Alat ukur (measuring tools) adalah berbagai alat teknik yang digunakan untuk melakukan pengukuran seperti tegangan, arus, kecepatan, hambatan, energi, daya, dan lain-lain.
Terdapat 2 jenis alat ukur berdasarkan cara kerja dan tampilan hasilnya, yaitu:
Alat ukur analog
Alat ukur digital
Lalu apa yang membedakan pengukuran analog dan pengukuran digital?
Dengan menggunakan alat ukur analog, pembacaan hasil pengukuran dan pencatatan perlu dilakukan secara manual, seperti berikut ini.
Saat Anda akan melakukan pengukuran benda kerja dengan menggunakan alat ukur analog, sebaiknya Anda memilih alat ukur dengan satuan dan rentang pengukuran yang sesuai. Misalnya, dengan rentang pengukuran 0-25 mm dalam peningkatan 0,01 mm.
Umumnya pengukuran dan pembacaan menggunakan alat ukur analog dilakukan dengan pengulangan sebanyak 2-5 kali di berbagai titik blok. Käfer Dial Thickness Gauges J 100 dan Käfer Dial Gauge Feinika SI-914 adalah beberapa contoh dari alat ukur analog.
Kemudian apabila pembacaan skala sudah selesai, dilakukan pencatatan hasil dan dilanjutkan kembali dengan pengukuran pada titik blok selanjutnya.
Setelah pencatatan manual dilakukan, semua data yang didapat dimasukkan ke dalam check sheet form. Check sheet form adalah formulir terstruktur yang disiapkan untuk mengumpulkan dan menganalisis data.
Jika data yang didapat sesuai maka hasil pengukuran diterima. Sedangkan apabila data yang didapat tidak sesuai maka hasil ditolak.
Dengan menggunakan alat ukur digital, pembacaan hasil dapat secara otomatis ditampilkan pada layar alat ukur. Pembacaan pengukuran ini dapat diatur dengan beberapa opsi pengukuran, seperti antara mm (milimeter) dan inci (in).
Proses pengukuran suatu benda kerja menggunakan alat ukur digital jauh lebih cepat dan praktis karena hasil yang secara otomatis terbaca di layar LCD. Beberapa alat ukur digital saat ini bahkan sudah dilengkapi dengan fitur transfer bluetooth & WI-Fi, seperti SYLVAC Micrometer S_Mike PRO Bluetooth dan Sylvac S_dial Work Bluetooth Smart.
Setelah hasil pengukuran ditransfer maka dilanjutkan dengan proses validasi. Apabila data yang didapat sesuai maka hasil pengukuran diterima. Sedangkan apabila data yang didapat tidak sesuai maka hasil ditolak.
Kelebihan pertama dari alat ukur digital adalah memberikan pengukuran yang akurat dan tepat karena kemungkinan kesalahan pembacaan (human error) lebih kecil.
Hasil secara otomatis ditampilkan pada layar, bahkan data dapat ditransfer secara real-time, sehingga menghemat waktu dan lebih efisien.
Pengguna alat ukur digital juga tidak membutuhkan skill khusus dalam membaca hasil pengukuran karena penggunaannya sangat mudah.
Hal utama yang membedakan alat ukur analog dan alat ukur digital adalah bagaimana output atau hasil pengukuran didapatkan. Alat ukur digital mampu menunjukkan output pada layar digital dengan cepat dan mudah sehingga jauh sangat efisien dalam proses operasional industri yang membutuhkan banyak tahap pengukuran dan inspeksi.
PT Yakin Maju Sentosa adalah distributor alat ukur digital di Indonesia.
Jika Anda ingin berdiskusi seputar kebutuhan alat ukur digital untuk mendukung bisnis Anda, silahkan hubungi tim kami.
Kunjungi juga halaman Facebook, Instagram, Linkedin dan Youtube kami untuk mendapatkan informasi terbaru seputar peralatan industri.